sapaan

ASSALAMMUALLAIKUM

SELAMAT MENIKMATI

Kamis, 24 November 2011

BUDIDAYA SIRSAK

PENDAHULUAN
Tanaman sirsak memiliki nama spesies Annona muricata linn., merupakan salah satu tanaman dari kelas Dicotyledonae, keluarga Annonaceae, dan genus Annona. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda (Zuurzak) yang berarti kantong asam. Tanaman buah tropis ini didatangkan ke Nusantara oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada abad ke-19, Zuurzak bukan asli tanaman asli Eropa.
Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun jika kondisi air tanah terpenuhi selama pertumbuhannya. Tanaman ini berasal dari daerah tropis di benua Amerika, yaitu hutan Amazon (Amerika Selatan), Karibia, dan Amerika Tengah. Di tempat asalnya, sirsak merupakan buah penting dan bergengsi.
Sirsak merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin B dan C cukup tinggi, mempunyai rasa manis-asam dan menyegarkan, sehingga digemari masyarakat sebagai buah segar maupun olahan. Sebagai tanaman pekarangan komoditas ini masih terbuka cukup lebar untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan sirsak ini adalah terbatasnya informasi dan penerapan teknologi budidaya termasuk pemeliharaan tanaman (penyulaman, pengairan, pemupukan, pemangkasan dan sanitasi kebun) yang tepat, sehingga tidak mengherankan apabila produksi dan kualitas buah yang dihasilkan masih rendah dan belum sesuai dengan yang diharapkan.
Pohon Sirsak mempunyai percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya antara 3 sampai 8 meter. Daunnya memanjang dengan bentuk lanset atau bulat telur terbalik. Bunganya berdiri sendiri berhadapan dengan daun. Bentuk bunga seperti kerucut. Warnanya kuning muda. Dasar bunga cekung, benang sarinya cukup banyak, begitu pula bakal buahnya. Menanam tanaman Sirsak dengan mempergunakan bijinya. Dapat juga dengan cara tempelan atau okulasi. Musim berbuah adalah pada bulan Januari dan Februari setiap tahunnya. Satu bulan sebelum penanaman lubangnya sudah harus dipersiapkan. Persiapan dilakukan dengan jarak 6 meter.
Produksi sirsak di Indonesi tergolong rendah dibandingkan dengan produksi buah lain, seperti jeruk, mangga, durian, pisang, dan manggis. Hingga saat ini penyebab utamanya adalah belum banyak petani yang tertarik untuk membudidayakan pohon sirsak. Alasan utama para petani adalah hasil panen yang sulit diprediksi dan masa simpan buah yang singkat. Di sisi lain, pedagang buah sirsak juga memiliki masalah yang sama, yakni sulit memenuhi permintaan pasar akibat waktu pemanenan sirsak yang sulit diprediksi. Bahkan pada tahun 2007, produksi buah sirsak di Indonesia mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya peremajaan pohon sirsak yang sudah tua. Alhasil, penurunan produksi buah sirsak kembali terjadi pada tahun 2008.
Secara geografis, prospek pengembangan produksi sirsak di Indonesia sangat terbuka lebar. Coba perhatikan kondisi tanah di Negara Indonesia yang subur dan beriklim tropis, kondisi tanha tersebut sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman hortikulutura, salah satunya tanaman sirsak. Namun kenyataan pahitnya hasil produksi buah sirsak segar di Indonesia hanya dipasarkan secara lokal dan belum mampu memenuhi kebutuhan ekspor karena berbagai faktor, seperti jumlah produksi yang belum memenuhi permintaan ekspor dan teknologi untuk mengatasi kendala waktu simpan buah yang sangat singkat belum dikembangkan.




ISI
1.        Tinjauan Umum
a.         Morfologi Tanaman Sirsak
1)   Daun
Daun berbentuk bulat telur terbalik, agak tebal dan pada permukaan bagian atas yang halus berwarna hijau tua, sedangkan pada bagian bawah daun warnanya lebih tua, ujung daun meruncing, tangkai daun panjangnya 3-7 mm., pinggiran rata dan permukaan daun mengkilap.
2)   Bunga
Bunga tunggal (flos simplex) dalam satu bunga terdapat banyak putik sehingga dinamakan bunga berpistil majemuk. bagian bunga tersusun secara hemicylis, yaitu sebagian terdapat dalam lingkaran yang lain spiral atau terpencar. mahkota bunga berjumlah 6 sepalum yang terdiri atas 2 lingkaran, bentuknya hampir segi tiga, tebal dan kaku, berwarna kuning keputih-putihan, dan setelah tua mekar, kemudian lepas dari dasar bunganya. putik dan benang sari lebar dengan banyak karpel (bakal buah). bunga keluar dari ketiak daun, cabang, ranting, atau pohon. bunga umumnya sempurna, tetapi terkadang hanya bunga jantan dan bunga betina saja dalam satu pohon. bunga melakukan penyerbukan silang, karena umumnya tepung sari matang lebih dahulu sebelum putiknya (Radi, 1998).
Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek, berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 cm; daun kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar 4 mm; daun mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) cm x (2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam berukuran (2-4) cm x (1,5-3,5) cm, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 mm, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali, kemudian gundul.
3)   Buah
Buah sejati berganda (agregat fruit) yakni buah yang berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah tetapi membentuk satu buah. Buahnya berbentuk jorong dan ujungnya mengecil dan memiliki duri sisik halus. apabila sudah tua daging buah berwarna putih, lembek, dan berserat dengan banyak biji berwarna coklat kehitaman (Radi, 1998).
Buahnya yang matang, yang merupakan buah semu, berbentuk bulat telur melebar atau mendekati jorong, berukuran (10-20) cm x (15-35) cm, berwarna hijau tua dan tertutup oleh duri-duri lunak yang panjangnya sampai 6 mm, daging buahnya yang berwarna putih itu berdaging dan penuh dengan sari buah. Bijinya banyak, berbentuk bulat telur sungsang, berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna coklat kehitaman, berkilap
Kandungan Buah sirsak tersusun atas 67% daging buah yang dapat dimakan, 20% kulit, 8,5% biji, dan 4% poros tengah buah, dari berat keseluruhan buah. Kandungan gulanya sekitar 68% dari seluruh bagian padat daging buah. Sirsak merupakan sumber vitamin B yang lumayan jumlahnya (0,07 mg/100 g daging buah) dan vitamin C (20 mg/ 100 g daging buah), dan sedikit sampai sedang kandungan kalsium dan fosfornya. Sifat yang paling disenangi orang dari sirsak ini ialah harumnya dan aromanya yang sangat menggiurkan. Daging buahnya mirip dengan ‘cherimoya’, warna putihnya yang murni itu sangat stabil, walaupun sedang diolah. 
4)   Biji
Berwarna coklat agak kehitaman dan keras, berujung tumpul, permukaan halus mengkilat dengan ukuran panjang kira-kira 16,8 mm dan lebar 9,6 mm. jumlah biji dalam satu buah bervariasi, berkisar antara 20-70 butir biji normal, sedangkan yang tidak normal berwarna putih kecoklatan dan tidak berisi (Radi, 1998).
5)   Pohon
Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 m, tajuknya cocok dengan model arsitektur Troll dengan ketinggian mencapai 8-10 meter, dan diameter batang 10-30 cm, bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Tanaman ini memiliki batang utama yang kecil dan pendek.
b.        Daerah Asal dan Penyebaran
Sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi selama pertumbuhannya. Menurut beberapa literatur, tanaman sirsak berasal dari Amerika Tengah. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baik mulai dari daratan rendah beriklim kering sampai daerah basah dengan ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Penyebaran hampir merata dibuktikan dengan adanya nama-nama daerah yang berbeda – beda untuk tanaman sirsak (Radi, 1998).
c.         Sistematika Tumbuhan
Tanaman sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk tanaman tahunan dengan sistematik sebagai berikut :
Kingdom       : Plantae
Divisio           : Spermatophyta
Sub Divisio   : Angiospermae
Class              : Dicotyledonae
Ordo              : Polycarpiceae
Famili            : Annonaceae
Genus            : Annona
Species          : Anona muricata Linn

d.        Jenis Sirsak yang Banyak Ditemukan Di Indonesia
Menurut berbagai literatur, jenis sirsak yang banyak ditemukan di Indonesia sebagai berikut:
1)   Sirsak Ratu; daerah penyebaran sirsak ratu adalah daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi (Jawa Barat). Buah sirsak ratu memiliki ukuran yang beragam, mulai dari ukuran kecil hingga besar. Berkulit licin dan berduri, daging buah kering bertepung dan manis. Buah sirsak ini sangan cocok dikonsumsi dalam keadaan segar atau diolah menjadi minuman.
2)   Sirsak Biasa; buah sirsak biasa tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Bentuk buah sirsak biasa memiliki kemiripan dengan sirsak ratu. Perbedaannya terletak pada daging buah yang bertepung, berkadar air tinggi, dan berasa asam manis. Buah sirsak ini paling cocok untuk minuman, seperti campuran es krim, jus buah, atau sari buah. Disamping itu, sirsak biasa cocok diolah menjadi wajik, dodol, selai, sirup, dan jelly.
3)   Sirsak Bali; sirsak bali biasa disebut dengan sirsak gundul, sirsak sabun, sirsak mentega, atau sirsak irian. Sesuai dengan namanya, daerah penyebaran sirsak bali adalah Pulau Dewata, Bali dan daerah sekitarnya. Memiliki ukuran kecil sekitar 200-300 gram per buah. Kulit buahnya licin, tidak berduri, dan daging buahnya manis. Sirsak bali sangat cocok dikonsumsi dalam keadaan segar atau dibuat minuman.
4)   Sirsak Mandalika; sirsak mandalika tersebar di seluruh wilayah Nusantara Tampilan sirsak jenis ini mirip dengan buah nona, yakni berbentuk bulat, daging buah berwarna kuning, bijinya banyak, rasanya manis, dan duri kulitnya lebih jarang. Sirsak mandalika lebih cocok diolah menjadi produk makanan atau minuman.
2.        Manfaat dan Kegunaan
Buah Sirsak (Annona muricata L) adalah salah satu makanan yang populer di Indonesia, mungkin sebagian dari anda juga adalah pengkonsumsi dari buah sirsak ini. Namun dibalik dari rasanya yang sedikit asam – asam ini ternyata buah sirsak ini mengandung manfaat yang luar biasa.
Karena beredarnya khasiat buah sirsak ini hingga sampai ke telinga para pakar riset di Health Sciences Institute, dan merekapun melakukan riset ternyata hasilnya sangat mengejutkan, selain obat untuk berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, anti bakteri, anti jamur dan menormalkan sistem syaraf yang kurang baik. Ternyata buah sirsak ini berkhasiat membunuh tumor/kanker. (Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk terbitan Health Sciences Institute).
Manfaat Sirsak :
·      Buah sirsak yang matang (100 gram) dapat memenuhi 13 % kebutuhan serat pangan per hari (dimakan segar).
·      Kandungan vitamin C buah sirsak tinggi, baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan.
·      Daun sirsak mengandung zat annonaceuos acetogenins yang memiliki kemampuan membunuh sel kanker terutama kanker usus, prostat, paru-paru, payudara, dan pankreas tanpa merusak sel yang sehat.
·      Cara mengolah yaitu dengan mengambil 10 lembar daun sirsak , dicuci dan direbus dengan 3 gelas air. Biarkan hingga air tinggal 1 gelas. Diminum pagi dan sore hari.
·      Daun sirsak juga bermafaat mengobati bisul, sakit pinggang, eksim. Buah sirsak dan daun sirsak bermanfaat mengobati penyakit liver, ambeien, sakit kandung air seni, batu empedu.
·      Sirsak dapat dimakan dalam keadaan segar sebagai pencuci mulut jika matang betul, atau dicampur dengan es krim atau susu dijadikan minuman yang lezat, seperti dilakukan di Jawa, Kuba, dan sebagian dari Amerika. Akan tetapi, buah ini lebih sering dimakan dalam bentuk ‘puree’ setelah daging buahnya diperas dan disaring. Juga dapat dijadikan selai buah, sari buah (setelah dicampur gula), nektar atau sirop. Juga digunakan dalam pembuatan eskrim. Di Indonesia dodol sirsak dibuat dengan cara daging buahnya dipanaskan dalam air dan diberi gula sampai campuran itu mengental. Di Filipina, buah sirsak muda beserta bijinya yang masih lunak digunakan sebagai sayuran. Buah tua yang masih keras dapat dibuat kue yang lezat rasa dan aromanya.
Beberapa manfaat dan kegunaan sirsak beserta ramuannya, antara lain sebagai berikut:
·      Sakit Pinggang. 20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
·      Ambeien. Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
·      Sakit Kandung Air Seni. Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
·      Bayi Mencret. Buah sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
·      Anyang-anyangan. Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
3.        Syarat Tumbuh
Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dataran rendah sampai pada ketinggian sampai 1000 m dpl. dan meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung. Tanaman sirsak akan tumbuh dengan baik di daerah beriklim basah samapai daerah kering bersuhu 22-28oC, kelembaban udara (RH) 60-80%, dan curah hujan berkisar antara 1.500-2.500 mm per tahun.
Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, serta hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah; ada indikasi bahwa untuk Annona spp. lainnya, baik kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya). Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus balk, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.
4.        Pedoman Budidaya
Perbanyakan dan penanaman Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktekkan di berbagai wilayah Amerika (misalnya di Kolumbia dan Venezuela). Akan tetapi, umumnya sirsak ditumbuhkan dari benih. Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya sifatnya sama dengan induknya, serta karena fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun.
Tanaman sirsak dapat beradaptasi luas dengan berbagai jenis tanah pertanian. Meskipun demikian, bertanam sirsak paling baik dilakukan di tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, serta memiliki aerasi dan drainase yang baik. Derajat keasaman tanah yang ideal untuk tanaman sirsak berkisar 5,5-6,5. Pohon sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela diantara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi karena ukuran pohonnya tergolong kecil dan cepat berbuah. Pengembangan budi daya pohon sirsak untuk kepentingan pengobatan dan kesehatan manusia hendaknya dilakukan secara organik. Budidaya sirsak harus harus seminimal mungkin menggunakan pupuk sintetis. Perlakuan ini harus mulai dilakukan sekarang dan pada masa mendatang.
a.         Pembibitan
Tanaman sirsak dapat diperbanyak melalui biji, okulasi dan pencangkokan. Pembiakan sirsak dengan dengan biji memerlukan waktu 3-5 tahun untuk dapat berubah, sedangkan pembiakan dengan cara mencangkok dan okulasi membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu sekitar 2-3 tahun. Benih yang digunakan sebaiknya berasal dari indukan yang memiliki kualitas baik, seperti rasa yang manis dan bentuk buah yang segar.
Pada umumnya, pembiakan sirsak dilakukan dari biji yang dijadikan benih. Benih hasil penyemaian dapat digunakan karena populasi yang tumbuh cenderung seragam, memiliki sifat yang sama dengan induk, dan memiliki fase buahan sekitar 2-4 tahun. Benih sirsak dapat ditanam langsung diladang atau disemaikan terlebih dahulu di area persemaian. Setelah 20-30 hari, sekitar 85-90% benih dapat berkecambah. Benih semaian tersebut dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan. Jumlah bibit yang diperlukan untuk setiap hektar lahan sekitar 333-420 bibit tanaman sirsak.
b.        Penyapihan
Bibit tanaman sirsak yang telah mulai ditumbuhi daun dapat dipisahkan ke dalam polybag atau langsung ditanam ke lahan yang lebih luas. Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk memindahtanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat ditebang.
c.         Pengelolaan Media Tanam
Persiapan lahan yang akan digunakan untuk menanam sirsak sebaiknya dibuat lubang resapan biopori. Untuk satu pohon sirsak disarankan membuat lima lubang biopori yang melingkari pohon sirsak dengan jarak satu meter. Teknik biopori dapat memperbaiki struktur tanah karena akan menggemburkan dan meningkatkan daya resap air, mengubah sampah organik menjadi kompos dan memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan pori akar tanaman yang sudah mati.
Tahap-tahap yang dilakukan dalam pengelolaan media tanam adalah sebagai berikut:
·      Buat lubang tanam di lahan yang telah disediakan dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm, jarak antara lubang tanaman dapat dipilih alternative 6 x 4 m, 5 x 5 m, atau 6 x 5 m.
·      Campur 15 - 20 Kg pupuk kandang yang sudah matang atau pupuk kompos sebanyak 5-10 kg
·      Isi lubang dengan Pupuk Kandang atu kompos
·      Diamkan/ istirahatkan lubang selama 2 - 4 minggu untuk menghilangkan gas yang mungkin ada akibat penggalianPenanaman
·      Pilih bibit setinggi 70 - 100 Cm dengan batas sambungan 10 Cm di atas permukaan tanah
·      Jika bibit berada di dalam polybag, belah polybag dengan pisau/cuter untuk menjaga agar gumpalan tanah tidak pecah.
·      Tekan-tekan tanah permukaan agar tidak terjadi rongga di sekitar akar tanaman
d.        Teknik Penanaman
Cara menanam sirsak sama dengan cara menanam tanaman buah-buahan lainnya. Sebelum ditanam, setiap lubang tanam diisi dengan pupuk kandang, lalu ditaburi dengan pupuk campuran antara urea, TSP, dan KCL dengan perbandingan 2 : 1 : 1, yakni sebanyak 50 – 100 gram. Waktu tanam sirsak yang paling baik adalah pada saat awal musim penghujan.



5.        Pemeliharaan
a.    Pengairan
Tanaman sirsak membutuhkan pengairan yang teratur supaya dapat berbunga dengan baik. Tanaman sirsak yang masih kecil atau muda memerlukan pengairan intensif sampai berumur satu tahun. Penyiraman dapat dilakukan sebanyak dua kali sehari. Perhatikan faktor drainase karena akar sirsak yang dangkal tidak tahan terhadap genangan air. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang berkepanjangan, dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong oleh pengairan tambahan.
b.    Penyerbukan
Secara umum buah yang dihasilkan merupakan hasil penyerbukan alami yang dilakukan oleh serangga. Agribisnis sirsak masa mendatang menghendaki hasil panen yang dengan mutu yang baik, seperti bentuk buah lurus (simetris) dan berukuran besar (lebih dari 1,5 kg). Demikian juga untuk mengisi pasaran domestik maupun regional memerlukan kualitas buah yang baik dan berkesinambungan. Untuk memperoleh kualitas (bentuk dan ukuran) buah sirsak yang baik dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan melakukan penyerbukan buatan.
Penyerbukan alami pada tanaman sirsak biasanya berlangsung kurang sempurna. Penyebabnya adalah sifat bunga yang proterogyne, yaitu matangnya putik (stigma) lebih dahulu daripada tepung sari, menyebabkan pertumbuhan buah tidak sempurna (bengkok) atau kerempeng. Agar tanaman sirsak berbuah lebat dan normal perlu dilakukan penyerbukan buatan. Keberhasilan penyerbukan buatan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain harus diketahui saat yang tepat bunga sirsak untuk diserbuki, ketrampilan pelaku penyerbukan dan waktu penyerbukan yang tepat pula. Proses penyerbukan buah sirsak yang dibantu oleh manusia dengan mengoleskan serbuk sari ke kepala putik dapat meningkatkan mutu buah.
1.    Siapkan Botol bekas Roll Film untuk penampung serbuk sari dan kuas kecil sebagai alat Penyerbuk . 
2.    Tampung serbuk sari ke dalam botol ataupun bekas pembungkus film waktu pengambilan serbuk sari dilakukan pagi hari, sehari setelah bunga betina mekar (saat seluruh kelopak bunga bentina rontok) dengan menampung ke dalam botol bekas pembungkus film dan tangkai bunga betina dipukul-pukul agar seluruh serbuk sari jatuh ke dalam botol film. Untuk mempermudah pelaksanaan penyerbukan, perlu dibuang tangkai sarinya terlebih dahulu. Serbuk sari yang telah murni (tidak tercampur dengan tangkainya) dapat disimpan untuk keperluan penyerbukan berikutnya.
3.    Pilih bunga betina yang siap diserbuki dengan ciri kelopak bunga tersebut telah merekah dan kepala putik telah berlendir 
4.    Ambil serbuk sari dari dalam botol dengan menggunakan kuas kecil dan oleskan serbuk sari tersebut pada kepala putik secara merata. Yang perlu diperhatikan dalam proses penyerbukan di sini adalah menjaga jangan sampai kelopak bunga betina rusak (patah). Apabila kelopak bunga rusak akan mengakibatkan gagalnya penyerbukan bahkan bunganya bisa rontok. 
5.    Keberhasilan proses penyerbukan buatan ditandai dengan berkembangnya bakal buah mulai umur 1 bulan setelah penyerbukan. Buah sirsak akan masak fisiologi setelah berumur kurang lebih 5 bulan sejak penyerbukan dengan hasil buah yang berkualitas baik Kualitas buah hasil penyerbukan buatan akan lebih baik bila dibandingkan hasil penyerbukan alami yang dilakukan oleh serangga penyerbuk.
c.    Penyiangan
Penyiangan tanaman sirsak sebaiknya dilakukan secara kontinu setahun sekali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan. Penyiangan dan penggemburan tanah dapat dilakukan di sekeliling tajuk (kanopi) tanaman sirsak. Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau.
d.   Pemupukan
Pemupukan sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan menggunakan pupuk kandang dan pupuk kompos (20 kg/ pohon) dan atau ditambah NPK dalam dosis kecil (100 gram/pohon) yang dilakukan beberapa kali dalam setahun. Perlakuan ini akan mendorong pertumbuhan dan atau pembuahan sirsak, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan.
e.    Pemangkasan
Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya. Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang.
6.        Hama dan Penyakit
Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan yang serius disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas hanya pada buah. Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides merupakan penyakit utama pada sirsak di daerah yang lembap. Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah. Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap kemampuan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau barangkali ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan yang tinggi. Penyakit busuk coklat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang sebaik-baiknya menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat menolong untuk menahan penyakit pada musim hujan berikutnya. Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak, dan kutu bubuk dapat bergerombol banyak sekali pada buah sirsak. Jika semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan mampu menanggulangi hama ini. Buah dapat dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Annonaepestis bengalella adalah penggerek buah sirsak, dan ngengat ini tersebar dari India sampai ke Jawa dan Filipina. Ulat besar dari kupu-kupu Meganotron rufescens dan Papilio agamemnon sering sekali dijumpai memakan daun sirsak. Kerusakan yang disebatkan oleh ketiga jenis hama ini umumnya belum sampai mengharuskan dilakukannya pemberantasan secara kimiawi.
7.        Panen dan Pasca Panen
a.    Penanganan Panen
Pepohonan sirsak mengalami masa pertumbuhan untuk membentuk dedaunan tajuk pohon selama kurang lebih 2 tahun. Masa peralihan dari masa pertumbuhan ke masa berbuah memerlukan jangka waktu kira-kira 1 tahun. Buah sirsak dapat dipanen setelah umur pohon lebih dari 3 tahun. Buah yang terbentuk sebelum pohon berumur 3 tahun, biasanya rontok, apalagi kalau mengalami kekurangan air pada waktu musim kemarau. Kemungkinan buahnya rontok ini dapat dicegah. Caranya dengan mengairi tanah di sekitar, Pohon Sirsak sampai cukup lembab. Tetapi rontoknya bunga dan buah dapat juga disebabkan oleh hal yang lain. Umpamanya perimbangan antara Pemakaian zat pati untuk pertumbuhan, daun-daunnya dan penimbunan zat pati dalam bakal buah pada masa peralihan itu belum seimbang. Buah yang sudah terbentuk, sering tidak jadi, tumbuh lanjut karena tidak menerima penyaluran bahan makanan yang akan ditimbunnya dengan wajar. Buah yang tidak dapat tumbuh dengan wajar itu, rontok dengan sendirinya. Untuk mengatasi hal yang demikian itu, pohon Sirsak itu harus diberi pupuk sebagai Penambah bahan makanan pada masa Peralihan itu.Sehingga dapat pula dengan segera memasuki masa berbunga dan berbuah. Lebih baik lagr kalau pemupukan itu dilakukan sebelum ada bunga atau buah yang rontok. Pemberian pupuk dilakukan secara teratur sekali setahun. Dipakai pupuk kandang secukupnya.
Buah sirsak sebaiknya dipanen setelah tua benar tetapi masih keras. Buah ini dianggap tua jika duri-durinya sudah saling berjauhan dan warna kulitnya yang tadinya hijau berkilat telah berubah menjadi hijau kusam atau hijau kekuning-kuningan. Jika dipetik terlalu awal, kualitas buah akan jelek. Sebaliknya jika buah dibiarkan matang di pohon, seringkali buah itu dimakan oleh kelelawar sebelum jatuh ke tanah. Di daerah yang iklimnya tidak mengenal musim, buah sirsak dapat dijumpai sepanjang tahun, tetapi biasanya pohon sirsak memiliki 1-3 kali masa panen, dengan puncaknya yang nyata pada masa musim utama. Buah harus dipetik secara selektif; dipotong gagangnya dengan pisau yang tajam atau gunting setek, kemudian disimpan di dalam keranjang bambu yang telah dialasi dengan bahan yang empuk, seperti jerami.
Dari satu pohon sirsak yang subur dapat diperoleh sekitar 2–30 buah sirsak dengan bobot setiap buah sekitar 200–1.200 gram. Namun produksi sirsak akan menurun setelah umur pohon mencapai 8–10 tahun sehingga butuh peremajaan. Usaha peremajaan tidak selalu mengganti tanaman dengan bibit yang baru, tetapi melakukan pemangkasan cabang-cabang yang rusak dan yang terserang hama agar tumbuh tunas yang baru. Proses pemangkasan merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kualitas buah.
b.    Penanganan Pasca Panen
Sirsak merupakan salah satu jenis buah yang mudah rusak dan tidak tahan terhadap proses penyimpanan dalam jangka waktu lama. Karena itu, penentuan derajat kematangan berdasarkan umur penampakan fisik sirsak harus dilakukan dengan seksama.
·      Penanganan waktu panen
Buah sirsak tidak dapat dipanen sekaligus karena memiliki tingkat kematangan berbeda-beda. Buah yang telah dipanen harus diletakkan di tempat strategis untuk memudahkan proses pengangkutan. Buah sirsak harus dipetik secara selektif, pemotongan tangkai harus menggunakan pisau yang tajam atau gunting setek.
·      Pengangkutan
Pengangkutan jalan darat bagi buah sirsak yang belum matang memang tidak begitu bermasalah. Buah sirsak dapat dimasukkan ke dalam keranjang atau karung dan diangkut menggunakan mobil. Perlakuan pengangkutan terhadap buah yang masak akan berbeda. Buah sirsak harus diangkut dengan peti atau kotak karton kuat.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Sirsak. http://zaifbio.wordpress.com. Diakses pada tanggal 2 November 2011.
------. 2009. Budidaya Sirsak. http://www.iptek.net.id. Diakses Pada Tangggal 8 November 2011.
------. 2011. PerbaikanMutu Buah Sirsak. http://balitbu.litbang.deptan.go.id/ind/. Diakses Tanggal 8 November 2011.
Ahmad, Annas. 2011. Sirsak. http://daunsirsakobatkanker.com/. Diakses Tanggal 8 November 2011.
Anne. 2010. Sara Menanam dan Pemeliharaan Pohon Sirsak. http://anneahira.com. Diakses pada tanggal 2 November 2011
Zuhud, Evrizal A.M,. 2011. Bukti Kedahsyatan Sirsak Menumpas Kanker. Yunita Indah. Cet-1. Jakarta. Agromedia Pustaka.

7 komentar:

  1. heh,,woy,,mba klo ngasih tau cara pake point point nya dong sy bingung bacanya,,lg kepepet ini ,,gmn sh,,blog nya cemen,,woo payah lu...

    BalasHapus
  2. Info yang bagus tentang tanaman yang bermanfaat. Saya suka ini, semoga membawa manfaat yang lebih luas lagi. Tiket Pesawat.

    BalasHapus
  3. wah sebetule suka artikelnya tp visualisanya ga'ada...hadehhhhh saya tuh punya pohon sirsat cuma berbunga aja ga'ada yng jadi satu buah pun,setelah bunga rontok yaudah gak jd buah huhu

    BalasHapus
  4. punya saya juga rontok-rontok bunganya. saya sdg coba penyerbukan buatan, mudah-mudahan berhasil. Cuma serbuk sarinya kok potensi muncul jamur ya waktu disimpan di tempat film atau gelas?

    BalasHapus